


Koleksi Pustaka Perempuan Aman
Buku ini membongkar bagaimana pembangunan, konsesi, proyek energi, transmigrasi, dan ketergantungan pada pasar secara sistematis merampas wilayah kelola, pengetahuan, kemandirian ekonomi, serta otoritas Perempuan Adat. Berdasarkan pengalaman dari 103 Wilayah Pengorganisasian di tujuh region, buku ini mencatat bahwa 52 persen Masyarakat Adat terdampak Waduk Lambo berpotensi kehilangan seluruh tanahnya, sementara selisih antara nilai aset dan kompensasi pemerintah mencapai Rp500 juta hingga Rp35 miliar. Krisis tersebut berlanjut ke tingkat rumah tangga, dengan utang dialami oleh 88,5 persen responden di Menteng, 76 persen di Barito Timur, dan 60 persen di Paser. Buku ini menegaskan bahwa kemiskinan Perempuan Adat bukan kondisi alamiah, melainkan akibat kebijakan yang memutus mereka dari sumber kehidupan sekaligus menyingkirkan mereka dari pengambilan keputusan.
Gunakan mouse untuk membalik halaman atau klik pada sudut dokumen.