


Koleksi Pustaka Perempuan Aman
Buku ini memotret kondisi Perempuan Adat di sembilan komunitas melalui data mengenai kedaulatan pangan, air bersih, wilayah kelola, kemiskinan, kekerasan, kesehatan, dan keterlibatan dalam pembangunan. Temuannya memperlihatkan bahwa pembangunan belum tentu menghadirkan kesejahteraan: 98,1 persen responden Haringen menyatakan praktik perladangan tradisional dilarang pemerintah, 71,4 persen responden Jerowaru pernah kesulitan memperoleh makanan bergizi karena keterbatasan uang, dan mayoritas responden Tunjung Mas menilai pernikahan anak masih terjadi pada lebih dari separuh komunitas. Buku ini menegaskan bahwa perlindungan wilayah adat merupakan fondasi bagi kedaulatan pangan, kesetaraan gender, serta kehidupan Perempuan Adat yang berdaulat dan bermartabat.
Gunakan mouse untuk membalik halaman atau klik pada sudut dokumen.