


Koleksi Pustaka Perempuan Aman
Berdasarkan studi terhadap 1.116 partisipan di 31 komunitas adat dan 44 desa, lembar fakta ini membongkar jurang antara janji pembangunan berkelanjutan dan kenyataan hidup Perempuan Adat. Sekitar 90 persen Perempuan Adat menyatakan prinsip persetujuan bebas, didahulukan, dan diinformasikan tidak diberlakukan kepada mereka, 87,8 persen menilai kemiskinan masih terjadi di komunitasnya, dan 33 persen pernah tidak mampu memperoleh makanan bergizi. Dokumen ini menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat disebut berkelanjutan selama masih merampas wilayah adat, menghancurkan kedaulatan pangan, mengkriminalisasi pengetahuan, dan menyingkirkan wilayah kelola, pengetahuan, serta otoritas Perempuan Adat dari pengambilan keputusan.
Gunakan mouse untuk membalik halaman atau klik pada sudut dokumen.