


Koleksi Pustaka Perempuan Aman
Edisi perdana Ina Tana menghimpun suara dan pengalaman Perempuan Adat mengenai perampasan wilayah, kriminalisasi praktik berladang, krisis pangan, kepemimpinan, pengorganisasian, serta perjuangan memperoleh pengakuan hukum. Buletin ini mencatat, antara lain, enam warga Desa Patangkep Tutui yang ditangkap karena membuka ladang dengan cara membakar dan pengesahan 583 anggota baru PEREMPUAN AMAN dalam Rakernas III. Berbagai cerita tersebut menegaskan bahwa ketika Perempuan Adat dipisahkan dari tanahnya, yang dirampas bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga pangan, benih, pengetahuan, dan kuasa untuk menentukan kehidupannya. Namun, buletin ini tidak menempatkan mereka semata sebagai korban, melainkan sebagai pemimpin, penjaga pengetahuan, dan penggerak perjuangan di komunitasnya.
Gunakan mouse untuk membalik halaman atau klik pada sudut dokumen.